RENCANA STRATEGIS

VISI, MISI DAN TATA-NILAI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

 

  1. A.   VISI, MISI DAN TATA-NILAI

1. Visi dan Misi

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah disebutkan definisi Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi dan misi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang dirumuskan dari visi dan misi Bupati terpilih periode 2009-2013 hasil pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) yang sekaligus merupakan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Enrekang yaitu “MEWUJUDKAN KABUPATEN ENREKANG SEBAGAI KABUPATEN AGROPOLITAN YANG LEBIH MAJU, UNGGUL, SEJAHTERA DAN RELIGIUS PADA TAHUN 2013”.

Dengan mengacu pada visi tersebut dan dengan mempertimbangkan hasil analisis situasi dan kondisi internal serta eksternal termasuk budaya dan tata-nilai dalam masyarakat, visi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang dirumuskan sebagai “TERWUJUDNYA MASYARAKAT CERDAS, TERAMPIL, MANDIRI, MEMILIKI KEBUGARAN JASMANI DAN BERDAYA SAING TINGGI DALAM SUASANA KEHIDUPAN AGROPOLIS YANG RELIGIUS“.

Dalam visi tersebut terkandung 7 kata kunci yaitu cerdas, terampil, mandiri, kebugaran jasmani, berdaya saing tinggi, agropolis dan religius. Visi ini mengandung makna bahwa dalam kurun waktu 5 tahun ke depan (2009-2013) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang berkehendak mewujudkan masyarakat yang memiliki 5 ciri yaitu cerdas, terampil, mandiri, berjasmani bugar dan berdaya saing tinggi.   Cerdas memiliki makna luas dan bersifat komprehensif sehingga yang ingin dibangun adalah masyarakat yang cerdas intelektual, cerdas spiritual, cerdas emosional dan cerdas sosial. Terampil bermakna manusia yang memiliki keahlian dan kecakapan dalam hal tertentu yang dapat memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain. Mandiri bermakna manusia mengandalkan kemampuan dirinya dan tidak bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan masalah atau pekerjaannya. Memiliki kebugaran jasmani bermakna masyarakat yang memiliki jasmani yang sehat dan senantiasa dalam keadaan bugar. Berdaya saing tinggi bermakna manusia yang berkualitas dan berkemampuan tinggi. Manusia yang demikian seharusnya memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, berwawasan luas, memiliki moral dan mental teruji serta memiliki keunggulan kompetitif untuk  bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kehidupan agropolis yang religius bermakna sebagai suatu kehidupan yang lebih maju namun tetap berbasis agronomi yang dibangun dalam lingkungan dan suasana masyarakat yang memiliki kepatuhan melaksanakan syariah dan toleransi beragama yang tinggi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka disusun misi yang merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang periode 2009-2013 adalah sebagai berikut:

  1. Membangun dan membina lembaga pendidikan formal maupun non formal yang memenuhi standar nasional pendidikan
  2. Meningkatkan kompetensi, kualifikasi akademik dan mendorong perbaikan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
  3. Membudayakan perilaku jujur dalam evaluasi hasil pendidikan dan siap bersaing secara sehat dikalangan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan
  4. Menuntaskan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan merintis program wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun
  5. Menyempurnakan tata-kelola dan akuntabilitas publik semua unit kerja lingkup Dinas Dikpora dan semua satuan pendidikan dasar dan menengah

2. Tata-Nilai

Visi dan misi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang disusun berdasarkan visi dan misi kabupaten periode 2009-2013 dan dikaji dari nilai-nilai luhur masyarakat selama ini masih dipegang dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dikutip dalam 2 bentuk seperti berikut ini:

Komitmen antara keturunan raja dengan panglima perang:

Inda-indaki sieloran gaja’ (barang siapa diantara kita saling menghianati)

Silepe’i matasalu (tidak saling memberi jalan kehidupan)

Tangnapopangtaruk peco’ (tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik)

Tangnapotangtuwo peco’ (tidak akan ada tanda kehidupan yang baik)

Napokampin bija-bija (turunan akan punah)

Tangnapoendek sangmatajarun (tidak akan melihat kebaikan)

Puppumassorikawu (tidak akan panjang umur)

Ditengkai naleto bukulappa (kalau melanggar/melangkahi remuk tulang kaki)

Risurrukki nasila bottoulu (pecah tengkorak kepala)

Pesan orangtua kepada anaknya:

Kupatepui bokongku lakokalemu (kucukupkan bekal untukmu),

Tumongngako lakopuangmu (senantiasa berserah diri kepada Allah, Tuhanmu),

Maekatabeko lakotomakaka balianganni pala’na tukario-rio (ulurkan tanganmu untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan),

Pakembuai totanang-tanang (usahakanlah tanaman itu berbuah untuk rakyat),

Pemariwangngi tokampong (sejahterakanlah masyarakat ),

Pemacinnongngi towai (berbuatlah sebagaimana jernihnya air),

Pemariri’ topare (ciptakan suasana agar terpenuhi kebutuhan pokok masyarakat),

Rannupa padarannu tapada makassing (saling menghargai agar kehidupan menjadi harmonis),

Ia te’ kubawa siri ada siri puang (saya maju di medan juang demi raja dan demi masyarakat).

  1. B.   TUJUAN DAN SASARAN

1. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi yang sekaligus akan berfungsi sebagai panduan dalam mengukur dan menilai pencapaian visi dan misi tersebut. Perumusan tujuan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang, dilakukan dengan mempertimbangkan harapan publik dalam pembangunan sektor pendidikan.  Rumusan tujuan ini juga berfungsi sebagai pedoman bagi setiap unit kerja dalam lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang untuk lebih memahami tujuan yang harus dicapai dan dipertanggungjawabkan. 

1)    Memperluas akses dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas, terjangkau dan religius di seluruh Kabupaten Enrekang

2)    Meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi serta kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, formal dan non formal, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah

3)    Meningkatkan kapasitas lembaga dan kemampuan personil Dinas Dikpora Kabupaten Enrekang

4)    Menyusun, mengembangkan dan mendorong penerapan kurikulum yang memacu munculnya keunggulan lokal

5)    Meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan penjaminan mutu pendidikan.

6)    Pemenuhan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan serta pemerataan penempatannya ke seluruh sekolah secara proporsional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam wilayah Kabupaten Enrekang.

7)    Mengembangkan minat baca peserta didik maupun masyarakat melalui perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa.

8)    Membuka kesempatan yang luas dan memfasilitasi peserta didik dan pendidik untuk mengikuti seleksi atau ajang kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olah raga.

9)    Meningkatkan kondisi ruang kelas sesuai dengan standar sarana dan prasarana

10) Mengimplementasikan standar pengelolaan pendidikan di setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah

11) Mendorong pemanfaatan Teknologi informatika dalam  E-learning dan E-Administration

12) Membina dan meningkatkan kepeloporan, wawasan kebangsaan dan  wawasan wiyata mandala bagi pelajar

13) Meningkatkan kualitas, kebugaran jasmani dan prestasi keolahragaan   pemuda dan masyarakat

14) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga untuk menunjang prestasi olahraga

2. Sasaran

Sasaran merupakan target yang ingin capai pada akhir periode perencanaan yaitu 2013. Sasaran  dirumuskan guna menetapkan pencapaian misi secara spesifik, terukur, realistik, relevan dan terikat waktu. Sasaran yang ingin dicapai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang sampai pada tahun 2013 nanti adalah sebagai berikut:

a. PAUD

1)    Setiap kecamatan induk memiliki 1 TK pembina

2)    APK TK/RA hingga mencapai 70%

3)    Minimal 1 KB/TPA pada setiap kelurahan/desa

b. Pendidikan Dasar (SD/MI dan SMP/MTs)

1)    Usia anak masuk SD/MI adalah 6 sampai 7 tahun

2)    Anak masuk SD/MI seluruhnya sudah pernah mengikuti pendidikan di TK/RA

3)    Menaikkan APM SD/MI menjadi minimal sama dengan SPM (95%) dan SMP/MTs menjadi minimal sama dengan SPM (90%) secara bertahap sampai tahun 2013

4)    Tercapainya AM SD/MI ke SMP/MTs minimal 90% pada tahun 2011

5)    Angka mengulang kelas pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs tidak lebih dari 1%

6)    Angka putus sekolah pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs tidak lebih dari 1%

7)    Selambat-lambatnya pada tahun 2013, semua ruang kelas SD/MI dan SMP/MTs dalam kondisi baik

8)    Terpenuhi kebutuhan guru berdasarkan mata pelajaran dan rombel pada setiap satuan pendidikan jenjang SD/MI dan jenjang SMP/MTs pada tahun 2011.

9)    Terpenuhinya rasio buku terhadap siswa 1:1 pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs

10) Meningkatnya kualifikasi minimal 1 SD/MI dan 1 SMP/MTs berkualifikasi  SSN menjadi sekolah berkualifikasi RSBI/SBI

11) Semua guru pada SD/MI dan SMP/MTs dengan kualifikasi SSN dan RSBI/SBI mampu membuat dan memanfaatkan materi pembelajaran berbasis ICT

12) Tercapainya nilai rata-rata US/UN pada jenjang SD/MI dan jenjang SMP/MTs minimal 7,5 dan tingkat kelulusan minimal 98% untuk SD/MI dan 95% untuk SMP/MTs

c. Pendidikan Menengah (SMA, SMK dan MA)

1)    Meningkatnya APM SLTA menjadi minimal 60% pada tahun 2013

2)    Tecapainya ruang kelas SMA/SMK/MA swasta minimal 80% dalam kondisi baik

3)    Terpenuhinya kebutuhan guru mata pelajaran pada SMA dan SMK negeri dengan status PNS sesuai formasi terpenuhi sampai tahun 2011

4)    Meningkatnya rasio buku terhadap siswa menjadi 1:1 pada tahun 2012

5)    Meningkatnya rasio antara siswa SMA/MA dengan siswa SMK menjadi 40:60

6)    Tercapainya nilai rata-rata ujian nasional pada setiap satuan pendidikan pada jenjang SMA/SMK/MA minimal 7,5

7)    Tercapainya tingkat kelulusan pada setiap satuan pendidikan pada jenjang SMA/SMK/MA minimal 90%

8)    Terpenuhinya minimal tersedia 1 unit SMA atau SMK berstatus RSBI atau SBI

d. Pendidikan Non Formal

1)    Tersedianya minimal 50% pendidik PAUD yang telah mengikuti diklat peningkatan kompetensi.

2)    Tersedianya minimal 1 Lembaga Penyelenggara PAUD Non-Formal (Kelompok Bermain atau Taman Penitipan Anak) pada setiap kelurahan/desa

3)    Seluruh Tutor dan Instruktur Pendidikan Non-Formal berkualifikasi minimal S1/D4 dan memiliki sertifikat pendidik

4)    Tersedianya minimal 70% tutor Paket A dan tutor Paket B yang telah lulus pelatihan pembelajaran kontekstual berpusat pada peserta didik yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

5)    Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai (kebutuhan minimal) pada setiap penyelenggara pendidikan non formal

6)    Semua penduduk penyandang buta aksara sudah melek aksara (mampu baca tulis latin)

7)    Tertampungnya minimal 95% lulusan SMP/MTs/Paket B yang tidak melanjutkan pendidikan pada jalur formal pada jalur pendidikan non formal melalui kesetaraan dan/atau pelatihan kecakapan hidup bersertifikat.

e. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1)    Meningkatnya kualifikasi guru menjadi minimal S1/D4 pada semua jenjang pendidikan

2)    Semua pendidik harus bersertifikat pendidik

3)    Setiap pendidik pada semua jenjang pendidikan mampu menerapkan standar proses dan standar penilaian hasil pembelajaran dengan tepat.

4)    Setiap kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan mampu menerapkan standar pengelolaan pendidikan dengan tepat.

5)    Minimal 10% guru SMP dan minimal 15% guru SMA/SMK berkualifikasi akademik S2

f. Manajemen Pelayanan Pendidikan

1)    Meningkatnya pemahaman dan kesadaran para pejabat dan staf lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing.

2)    Terpenuhi dan terpeliharanya semua jenis sarana dan prasarana di lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang agar senantiasa dalam kondisi siap pakai.

3)    Setiap SD/MI dan SMP/MTs dapat menyusun RKS/RKAS yang baik dan benar

4)    Penyempurnaan KTSP dalam hal penyusunan dan implementasinya pada semua jenjang pendidikan

5)    Tersusunnya kurikulum mata pelajaran muatan lokal pada setiap satuan pendidikan, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA

6)    Setiap kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan mampu menerapkan standar pengelolaan pendidikan dengan tepat

7)    Tersedia dana pendamping dan biaya operasional untuk mendukung  kegiatan pembinaan sekolah unggulan

8)    Terpenuhi dan terpeliharanya semua jenis peralatan ICT, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak, dan kemampuan operator ICT agar semua peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

9)    Terpenuhinya biaya operasional ICT Center.

10)  Teraksesnya jaringan wide area network (WAN) bagi sekolah yang berlokasi di ibukota kecamatan

11)  Tercapainya pemanfaatan jaringan internet untuk pembelajaran bagi minimal 75% sekolah yang berlokasi di ibukota kecamatan

12) Kebutuhan terhadap personil Pengawas Sekolah dan Penilik PLS terpenuhi sesuai standar kuantitas dan kualitas.

13) Setiap Pengawas Sekolah dan Penilik PLS mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

14) Dewan Pendidikan mampu memberi masukan yang yang bermutu, bermakna dan bermanfaat kepada pemerintah kabupaten dalam pengembangan pendidikan

g. Pemuda dan Olahraga

1)    Terbentuk dan terbinanya organisasi kepemudaan yang aktif

2)    Tersedianya sarana dan prasarana olahraga yang memadai untuk keperluan pembinaan dan prestasi, baik di sekolah maupun di luar sekolah

3)    Terbinanya klub olahraga yang potensial

4)    Terlaksananya even olahraga secara berjenjang dan berkala

5)    Tersedianya tenaga teknis pembina olahraga yang berkompeten

6)    Terpelihara dan terjaganya proses pendidikan siswa yang berprestasi di bidang olahraga

  1. C.   STRATEGI DAN KEBIJAKAN

1. Strategi

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008, strategi adalah langkah-langkah yang berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang telah dirumuskan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang telah menyusun strategi sebagai berikut:

a) TK/RA

  1. Membangun 1 TK negeri pada setiap Kecamatan dengan memprioritaskan kecamatan induk dan kecamatan yang APK TK/RAnya paling rendah
  2. Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendirian TK/RA di setiap kelurahan/desa dengan menyediakan dana stimulus atau dana operasional bagi TK/RA yang sudah beroperasi dan terdaftar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang
  3. Mengupayakan dana stimulus bagi TK/RA swasta, baik yang baru maupun yang sudah beroperasi.
  4. Mensyaratkan agar semua guru TK/RA berkualifikasi minimal S1/D4
  5. Mengalokasikan anggaran untuk melengkapi alat pembelajaran dan permainan di setiap TK/RA

b) SD/MI

1)    Membangun SD Negeri pada setiap wilayah tertentu berdasarkan hasil study kelayakan.

2)    Penambahan RKB

3)    Menetapkan usia anak masuk SD/MI adalah 6-7 tahun

4)    Meningkatkan mutu pembelajaran

5)    Mengalokasikan Dana DAK/DAU bagi sekolah yang rusak berat

6)    Pengusulan penambahan guru kelas berstatus CPNS/PNS

7)    Melengkapi sekolah dengan alat bantu pembelajaran sesuai dengan kebutuhan

8)    Peningkatan prekuensi pelatihan KKG menjadi 10 kali dalam setahun,

9)    Semua guru yang bertugas di sekolah SSN minimal berkualifikasi S-1 dan berkompetensi tinggi  dibidangnya

10) Pemberdayaan/pembentukan Tim Pengembang dan Supervisi Kurikulum, baik di tingkat kabupaten maupun tingkat satuan pendidikan

c) SMP/MTs

1)    Mengoptimalkan jumlah siswa 32 orang per rombel pada setiap SMP/MTs.

2)    Melaksanakan Wajar Dikdas 9 tahun yang bermutu dan mengembangkan Wajar Pendidikan 12 tahun secara bertahap.

3)    Optimalisasi Pembelajaran Remedial pada SMP/MTs

4)    Mengoptimalkan penerapan Program BKMM dan Retrival

5)    Rehabilitasi sedang dan berat bagi ruang kelas.

6)    Peningkatan prekuensi pelatihan MGMP menjadi 10 kali dalam setahun,

7)    Validasi DKG dan koordinasi penempatan guru di SMP/MTs.

8)    Inventarisasi jenis dan jumlah buku teks yang dibutuhkan

9)    Penyempurnaan sistem uji coba ujian nasional secara bertahap untuk mata pelajaran tertentu

10) Pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang nilai rata-rata UN <6,5.

11) Peningkatan frekuensi pertemuan dan pembinaan MGMP.

d) SMA/SMK/MA

1)    Menambah unit  SLTA, khususnya SMK

2)    Mengoptimalkan jumlah siswa 32 orang per rombel  pada setiap SMA/SMK.

3)    Pembatasan jumlah rombel pada sekolah tertentu

4)    Mempertahankan angka mengulang kelas <1%

5)    Mempertahankan angka putus sekolah <1%

6)    Menyusun dan memenuhi formasi guru mata pelajaran SMA/SMK

7)    Peningkatan frekuensi pertemuan dan pembinaan MGMP SMA dan SMK minimal 10 kali se tahun

e) Pendidikan Non Formal

1)    Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan KB/TPA dengan menyediakan dan stimulus atau dana operasional bagi TK/RA yang sudah beroperasi dan terdaftar di Dinas Dikpora

2)    Mengupayakan dana stimulus bagi KB/TPA swasta, baik yang baru maupun yang sudah beroperasi.

3)    Optimalisasi penggunaan alat bantu pembelajaran dalam setiap KBM/PBM

4)    Mengalokasikan anggaran untuk melengkapi alat pembelajaran dan permainan di setiap KB/TPA

5)    Mensyaratkan agar tutor pendidikan non formal berkualifikasi minimal S1/D4

f) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1)    Memberikan bantuan beasiswa studi lanjut ke program S1/D4 pada LPTK terakreditasi

2)    Menyediakan anggaran melalui APBD kabupaten Enrekang dan APBD Provinsi Sulsel dan APBN

3)    Pengangkatan tenaga kependidikan (pengelola administrasi dan pustakawan) Sekolah Dasar.

4)    Penambahan tenaga kependidikan (tenaga administrasi, pustakawan, dan laboran atau teknisi sumber belajar). SMP, SMA, dan SMK.

5)    Peningkatan kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah dan penilik pendidikan luar sekolah (PLS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku

g) Manajemen Pelayanan Pendidikan

1)    Mengupayakan terbitnya peraturan daerah tentang Pengelolaan dan Pendanaan Pendidikan

2)    Membentuk dan melatih Kelompok Kerja-Rencana Kerja Sekolah pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs

3)    Dewan Pendidikan harus memiliki rencana kerja

4)    Mengupayakan terbitnya peraturan daerah tentang Pengelolaan dan Pendanaan Pendidikan

5)    Membentuk dan melatih tim Kelompok Kerja-Rencana Kerja Sekolah (KK-RKS)

6)    Dewan Pendidikan harus memiliki rencana kerja

h) Pemuda dan Olahraga

1)    Meningkatkan dan memperkuat wawasan kebangsaan bagi pemuda

2)    Meningkatkan jiwa kewirausahaan pemuda

3)    Mengadakan, memperbaiki dan memelihara sarana dan prasarana olahraga

4)    Meningkatkan kemampuan pelatih olahraga

2. Kebijakan

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 disebutkan bahwa kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Guna mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Enrekang merumuskan beberapa kebijakan sebagai berikut:

1.Menuntaskan pelaksanaan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 Tahun yang bermutu dan merintis program Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun

2.Mendukung program Pendidikan Gratis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

3.Mempertahankan dan memaksimalkan daya tampung SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA yang telah ada dan memperluas daya tampung SMK dan pendidikan anak usia dini (PAUD)

4.Meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi, profesionalisme dan daya-saing serta kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan

5.Melaksanakan evaluasi kinerja yang obyektif dan menyeluruh secara periodic sebagai dasar pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) terhadap pendidik dan tenaga kependidikan

6.Menuntaskan program bebas buta aksara dan menanamkan budaya “gemar membaca” bagi seluruh masyarakat

7.Mendukung implementasi 8 (delapan) standar nasional pendidikan dan melaksanakan program-program penjaminan mutu secara konsisten dan berkesinambungan

8.Meningkatkan kapasitas jaringan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta pemanfaatnnya dalam penyelenggaraan pembelajaran

9.Menginisiasi dan mendorong diterbitkannya peraturan daerah tentang pendidikan beserta berbagai turunannya sebagai pedoman pengelolaan pendidikan

  1. 10.  Mendukung program-program pendidikan non-formal, pendidikan informal dan pendidikan khusus untuk mencegah putus sekolah dan pengangguran dini
  2. 11.  Meningkatkan frekuensi pembinaan kepemudaan dan olahraga untuk membangun jiwa kewirausahaan dan gemar berolahraga bagi kalangan pemuda dan pelajar
  3. 12.  Menetapkan baca tulis Al Qur’an dan keterampilan pertanian, peternakan dan perikanan sebagai mata pelajaran kurikulum muatan local pada semua satuan pendidikan dasar dan menengah


Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: